Berita

Massa Mahasiswa Kepung DPR, Serukan Reformasi Jilid II dan Desak Prabowo-Gibran Mundur

×

Massa Mahasiswa Kepung DPR, Serukan Reformasi Jilid II dan Desak Prabowo-Gibran Mundur

Sebarkan artikel ini
Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gerbang Pancasila, Gedung DPR/MPR RI, dengan membawa berbagai tuntutan, termasuk seruan Reformasi Jilid II dan desakan perubahan kebijakan pemerintah.

BLAK-BLAKAN.COM — Ratusan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu, dan Universitas Pamulang (Unpam) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Pancasila, kompleks Gedung DPR/MPR RI, Senin (15/6). Massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dengan membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan.

Sejumlah tulisan yang mencuri perhatian dalam aksi tersebut antara lain bertuliskan “Reformasi Jilid II”, “Makan Bikin Goblok”, “Indonesia Gawat Darurat”, “Ibu Pertiwi Memanggil”, hingga “Jangan Melemah Kita Bukan Rupiah”.

Meski cuaca sempat mendung usai hujan mengguyur kawasan tersebut, para peserta aksi tetap melanjutkan orasi secara bergantian. Di tengah demonstrasi, beberapa mahasiswa terlihat menggoyangkan dan menendang pagar pembatas di depan kompleks parlemen. Sebagian lainnya juga melemparkan botol minuman ke arah area dalam gedung.

Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi secara terbuka menyampaikan tuntutan agar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran mengundurkan diri dari jabatannya.

“Kita minta Prabowo Gibran mundur karena gagal memimpin Indonesia,” ujar salah seorang mahasiswa di tengah aksi.

Massa menegaskan akan tetap bertahan di lokasi hingga ada perwakilan pihak berwenang yang bersedia menemui mereka dan memberikan tanggapan atas tuntutan yang mereka suarakan dalam agenda bertajuk “Reformasi Jilid II”.

Hingga laporan ini disusun, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan yang diperketat. Di dalam area Gedung DPR/MPR RI tampak barisan personel kepolisian bersiaga mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

Secara terpisah, aparat keamanan mengerahkan 5.955 personel gabungan untuk mengamankan sejumlah titik konsentrasi aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat pada Senin (15/6).

Beberapa kelompok yang ikut turun ke jalan di antaranya Aliansi PERISAI dan Cipayung Jakarta Barat, PC PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul, serta BEM Trisakti.

Pengamanan difokuskan di tiga lokasi utama, yakni kawasan Silang Selatan Monas, Gedung DPR/MPR RI, dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Personel yang bertugas berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, unsur BKO TNI, hingga Pemerintah Daerah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa pengerahan ribuan personel bertujuan menjaga situasi tetap aman sekaligus memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara tertib.

“Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan,” ujar Reynold.

Ia juga menginstruksikan seluruh personel untuk menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan pendekatan yang humanis selama pengamanan berlangsung.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur, serta tetap menjaga soliditas dalam pelaksanaan pengamanan,” katanya.

Di sisi lain, Reynold mengimbau seluruh peserta aksi agar menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun merugikan masyarakat.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku,” jelasnya.