Berita

Bursa Kapolri Menghangat, 10 Komjen Masuk Radar Pengganti Listyo Sigit

×

Bursa Kapolri Menghangat, 10 Komjen Masuk Radar Pengganti Listyo Sigit

Sebarkan artikel ini

JAKARTA –  Isu mengenai kemungkinan pergantian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali menjadi perbincangan publik. Spekulasi tersebut muncul di tengah dinamika penegakan hukum dan hubungan kelembagaan antara Polri dengan Kejaksaan Agung yang ikut menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir.

Rumor pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara itu semakin berkembang setelah beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut telah menyiapkan Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Kapolri.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahkan membantah adanya proses pergantian Kapolri dalam waktu dekat. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyatakan pihaknya belum menerima Surpres dari Presiden yang berkaitan dengan pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Kinerja Kapolri bagus. Isu terkait penggantian Kapolri berhembus di mana-mana karena beliau sudah menjabat 5 tahun. Karena sudah menjabat lama, ada orang yang tidak suka. Maklumin saja,” kata Ahmad Sahroni.

Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan pergantian Kapolri dalam waktu dekat.

Meski demikian, dinamika mengenai siapa saja sosok yang berpotensi menjadi penerus Listyo Sigit tetap menarik perhatian. Sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal atau Komjen, yang merupakan jenderal bintang tiga, mulai disebut dalam bursa calon Kapolri.

Berikut sejumlah nama yang dinilai memiliki rekam jejak dan pengalaman strategis di lingkungan Polri.

1. Komjen Karyoto

Komjen Karyoto saat ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri sejak 5 Agustus 2025.

Sebelumnya, perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 tersebut pernah menduduki jabatan Kapolda Metro Jaya periode 2023-2025. Ia juga pernah menjabat Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2019-2020.

Karyoto kini memasuki usia 57 tahun. Dalam konteks usia dinas, perubahan ketentuan mengenai batas usia pensiun anggota Polri juga menjadi salah satu faktor yang ikut diperbincangkan dalam melihat peluang karier para perwira tinggi.

2. Komjen Dedi Prasetyo

Nama Komjen Dedi Prasetyo juga menjadi salah satu yang berpotensi diperhitungkan.

Dedi menjabat sebagai Wakapolri sejak 16 Agustus 2025. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri.

Di antaranya sebagai Inspektur Pengawasan Umum Polri periode 2024-2025, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia pada 2023-2024, serta Kepala Divisi Humas Polri periode 2021-2023.

Perwira tinggi kelahiran 1968 dan lulusan Akpol 1990 itu juga pernah bertugas sebagai Kapolda Kalimantan Tengah pada 2020-2021 dan Wakapolda Kalimantan Tengah pada 2017-2018.

Posisinya sebagai Wakapolri membuat Dedi secara struktural berada sangat dekat dengan pucuk pimpinan Polri.

3. Komjen Syahar Diantoro

Komjen Syahar Diantoro saat ini menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sejak 5 Agustus 2025.

Lulusan Akpol 1991 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri pada 2024-2025.

Syahar juga pernah dipercaya menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri pada 2022-2024.

Pengalaman di bidang reserse, intelijen, dan pengamanan internal menjadi bagian dari rekam jejak yang membuat namanya masuk dalam perbincangan mengenai calon penerus Kapolri.

4. Komjen Wahyu Widada

Komjen Wahyu Widada kini menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Itwasum) Polri sejak 19 Agustus 2025.

Perwira tinggi lulusan Akpol 1991 ini memiliki pengalaman menduduki sejumlah posisi penting. Ia pernah menjabat Kepala Bareskrim Polri pada 2023-2025 dan Kepala Baintelkam Polri pada 2023.

Selain itu, Wahyu juga pernah dipercaya sebagai Kapolda Aceh pada 2020-2021, Kapolda Gorontalo pada 2019-2020, serta Wakapolda Riau pada 2018-2019.

Pengalaman lintas bidang tersebut membuat Wahyu menjadi salah satu figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam struktur kepolisian.

5. Komjen Fadil Imran

Komjen Muhammad Fadil Imran saat ini menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Stamaops) sejak 5 Agustus 2025.

Lulusan Akpol 1991 tersebut sebelumnya pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Baharkam Polri pada 2023-2025, Kapolda Metro Jaya pada 2020-2023, serta Kapolda Jawa Timur.

Selain karier di kepolisian, Fadil Imran juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sejak 10 Agustus 2024.

Fadil juga diketahui merupakan satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

6. Komjen Yuda Gustawan

Komjen Yuda Gustawan menjabat sebagai Kepala Baintelkam Polri sejak 19 September 2025.

Lulusan Akpol 1993 tersebut sebelumnya pernah menduduki posisi Wakil Kepala Baintelkam Polri periode 2024-2025 dan Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Politik pada 2024.

Yuda menggantikan Komjen Akhmad Wiyagus yang memasuki masa purnatugas.

Pengalaman di bidang intelijen menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan karier Yuda di tubuh Polri.

7. Komjen Ramdani Hidayat

Komjen Ramdani Hidayat saat ini dipercaya sebagai Komandan Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri sejak 19 September 2025.

Lulusan Akpol 1990 tersebut dilantik untuk menggantikan Komjen Imam Widodo yang memasuki masa purnatugas.

Sebelumnya, Ramdani pernah menjabat Wakil Komandan Korbrimob Polri periode 2023-2025, Wakapolda Papua pada 2022-2023, serta Kaprovos Divpropam Polri pada 2020-2021.

Pengalaman di lingkungan Brimob dan sejumlah jabatan strategis lainnya membuat namanya turut masuk dalam spekulasi bursa calon Kapolri.

8. Komjen Wahyu Hadiningrat

Komjen Wahyu Hadiningrat merupakan lulusan Akpol 1992 yang telah lama menduduki posisi strategis di lingkungan Mabes Polri.

Ia dipercaya menjabat Staf Ahli Manajemen dan Perencanaan (Stamarena) sejak 18 Februari 2021.

Sebelumnya, Wahyu pernah menduduki jabatan Wakil Kepala Bareskrim Polri pada 2020 serta Wakapolda Metro Jaya pada 2018.

Pengalaman di bidang manajemen, perencanaan, reserse, dan kewilayahan menjadi bagian dari rekam jejak yang dimilikinya.

9. Komjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak

Komjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak saat ini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri sejak 7 Mei 2026.

Lulusan Akpol 1990 ini sebelumnya dipercaya sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) periode 2023-2026.

Ia juga pernah menduduki posisi Kapolda Sumatera Utara pada 2021-2023 dan Kapolda Sulawesi Utara pada 2020-2021.

Pengalaman di bidang pendidikan kepolisian serta pengalaman memimpin wilayah menjadi bagian dari rekam jejak yang dimilikinya.

10. Komjen Asep Edi Suheri

Nama Komjen Asep Edi Suheri menjadi salah satu figur terbaru yang masuk dalam jajaran perwira tinggi bintang tiga.

Asep saat ini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Posisi tersebut menjadi semakin strategis setelah adanya reorganisasi di tubuh Polri yang membuat jabatan Kapolda Metro Jaya diisi oleh perwira tinggi berpangkat Komjen.

Dengan jabatan yang berada di wilayah hukum ibu kota negara, posisi Asep menjadi salah satu yang cukup diperhatikan dalam dinamika karier perwira tinggi Polri.

Nama di Luar Struktur Polri

Selain nama-nama yang masih aktif menduduki jabatan strategis di lingkungan internal Polri, terdapat pula sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat Komjen yang bertugas di luar struktur utama Mabes Polri.

Di antaranya Komjen Pol Suyudi Ario Seto yang menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Albertus Rachmad Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Komjen Pol Marthinus Hukom yang sebelumnya menjabat Kepala BNN.

Keberadaan para jenderal bintang tiga yang bertugas di luar struktur Polri tersebut juga menjadi bagian dari dinamika regenerasi kepemimpinan di tubuh Korps Bhayangkara.

Pergantian Kapolri Masih Sebatas Isu

Meskipun sejumlah nama mulai bermunculan dalam bursa calon Kapolri, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni bahwa DPR belum menerima Surpres menjadi indikator bahwa proses resmi pergantian Kapolri belum terlihat secara terbuka.

Karena itu, nama-nama yang beredar saat ini masih sebatas spekulasi dan analisis mengenai figur yang dinilai memiliki peluang berdasarkan jabatan, senioritas, pengalaman, serta rekam jejak karier.

Pada akhirnya, keputusan mengenai pergantian Kapolri merupakan kewenangan konstitusional Presiden dengan mekanisme yang melibatkan DPR.

Selama belum ada keputusan resmi, isu pergantian Kapolri dan daftar nama yang beredar di publik masih harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika politik dan kelembagaan, bukan sebagai keputusan yang telah ditetapkan.

(Redaksi)